Nasi Padang Tongkol Balado
Berapa kalori yang terkandung dalam nasi padang?
Dalam sebuah artikel yang dilansir BBC Indonesia, disebutkan bahwa meskipun kuliner Padang banyak mengandung santan, kalorinya masih lebih rendah daripada makanan yang digoreng. Tidak percaya? Cek tabel kalori nasi padang dan lauk-lauknya berikut ini.
Perhatikan, kandungan kalori tertinggi pada lauk nasi padang justru berasal dari telur dadar (makanan yang digoreng) sebesar 436 kkal. Artinya, empat kali lebih tinggi daripada rendang (97 kkal) atau kepala kakap (92 kkal).
Dengan tabel di atas, kamu juga bisa menghitung sendiri berapa kalori yang terdapat di dalam nasi padang bungkus favoritmu. Ini dia contohnya:
Kendati demikian, jangan hanya menghitung masalah kalori dalam memilih lauk nasi padang. Kamu juga harus mempertimbangkan kandungan lemak, protein, dan kolesterol di dalam setiap jenis lauk.
Sudah menjadi rahasia umum kalau lauk jeroan seperti tunjang dan paru goreng, walau rendah kalori, tetap tidak baik dikonsumsi terlalu sering. Pasalnya, kedua menu ini tinggi kolesterol dan berbahaya bagi kamu yang berisiko penyakit jantung.
Baca juga: Ini Dia Menu Nasi Padang yang Bisa Bikin Kolesterol Naik
Jika kamu sedang diet, ada banyak cara kok untuk tetap menikmati nasi Padang. Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar asupan kalori saat makan nasi Padang tetap terjaga. Tips pertama, kamu bisa mengurangi porsi nasi yakni dengan ukuran 1/3 piring atau 1/2 mangkuk kecil nasi. Kemudian, pilih lauk dengan kandugan kalori yang rendah seperti lauk timun, daun singkong, sayur nangka tanpa kuah, dan salah satu protein rendah kalori seperti ikan, ayam pop, dan telur balado.
Melansir dari akun @rahmatsandii, jika kamu ingin menambahkan kuah boleh-boleh saja. Asal takarannya cukup 1-2 sendok, misalnya kuah rendang 1 sdm dan kuah opor 1 sdm. Karena 1 sdm bumbu rendang saja sudah lumayan menambah kalori.
Nasi Padang Tongkol Balado
I had heard a lot of good things about Putra Minang before my visit so I had high expectations. The good news – it did not disappoint! 😁
A wide range of dishes adorned the brightly lit displays and I could see everyone at their table tucking into their food with gusto. Even for a weekday, it was pretty packed which told me that their location in town meant a good mix of patrons from nearby schools, offices and even tourists who had heard about Putra Minang.
Well, I was here on a mission – to try their Ramadan special Nasi Ambeng!
Their Nasi Ambeng sets come with all the usual suspects of course. You get to choose between the Rendang or the Ayam Opor and they also have different serving sizes to suit your dining group. You could go for the Nasi Ambeng Mini which is good for 1-2 pax or the Nasi Ambeng sets which are good for either 2-3 or 4-5 people.
There are also dine-in, takeaway or delivery options so you can enjoy your Putra Minang delights anywhere. But enough about all that, this is where we get to the good part – the food! 🙌🏼
The toughest decision you’re going to have to make is whether to choose the Beef Rendang or the Ayam Opor set. Because as someone who has had the pleasure of trying both, it’s a tough choice to make! LOL
The Beef Rendang is one of the signatures at Putra Minang and it’s easy to see why. The flavour was bold and absolutely delicious. The rempah really shines through and you can tell they really went all out with the Rendang because the meat is TENDER!
But as much as I may lean towards the Beef Rendang, the Ayam Opor is just as appealing. I guess it’s the natural pairing of Ayam Opor with rice that gets me. The Beef Rendang and Ayam Opor bring different flavours to the plate but they’re both dishes I’d highly recommend. I guess the good thing is that we at least have a solution option – order either as the Ambeng Set and then order the other as an extra side order 😝 Talk about #FOMO am I right?
FUYOH what a line-up! If your mouth isn’t watering right now then I don’t know what to say (because mine is 🤣).
As you can see, all the usual suspects are here for this big Ambeng party. Besides the main stars Beef Rendang or Ayam Opor, you’ve got all the dishes you need to fulfill your Ambeng cravings. I’m talking about favourites like Sambal Goreng, Sambal Udang Petai, Terong Belado, Paru Belado, Bagedil and some Ikan Asin to round off the gang.
Now there’s a classic line-up if I ever saw one. The only thing I noted was there were quite a few Belado dishes but the sambal itself does not overwhelm the other flavours on the platter. The flavours all naturally complement each other and the result is a satisfying meal of a classic Nasi Ambeng.
Putra Minang actually has quite a line-up of dishes as you can see. They have a plethora of authentic Minang dishes to choose from and is a very popular makan spot. In fact, I noted that quite a lot of customers (and also based on reviews) that a lot of Indonesian customers love the food here! From students to expats and even tourists visit Putra Minang because they feel it’s just like back home which says a lot about the food if you ask me.
They’ve got a big and spacious dine-in area (which can also be booked for private events) for you to enjoy your Nasi Ambeng or Nasi Padang etc. I especially like the bigger booth tables where a whole family can dine comfortably. Besides, everyone digging in together is the best way to enjoy a dish like Nasi Ambeng 😁
The staff at the restaurant were also very nice and warm. It goes to show that it’s not just about the food but also about the experience at Putra Minang. And don’t forget – they also have the #PutraGivesBack initiative which runs even beyond just Ramadan (their Infaq Bento initiative runs all-year round!) ❤️
You can visit Putra Minang for dine-in Iftar of course. They do not accept reservations during Ramadan. So walk-ins only and it’s first come first serve seating so be sure to head down early! Alternatively, you can always order for pick-up takeaway or delivery via their site – https://www.putraminangsg.com ok!
Come get your Nasi Ambeng and Nasi Padang cravings fulfilled at Putra Minang! ❤️
Somerset Bencoolen 51 Bencoolen Street #01-05 Operating Hours: 10am – 9pm DAILY Tel: +65 65853535
International Plaza 10 Anson Road #01-33 Operating Hours: 10am – 7pm DAILY Tel: +65 82623535
This post was brought to you by Putra Minang. All information (including prices, availability of item on menu and Halal status of establishment) are accurate at the time of posting. All photos used in this site are property of The Halal Food Blog unless stated otherwise.
From Nasi Padang RM Sinar Family
Nasi + Ikan Tongkol + Sayur + Sambel
From RM. Nasi Padang Ampera, Kalibata
Nasi + Tongkol Balado + Sayur + Kuah Bumbu + Sambel Ijo
Gak perlu repot lagi buat ngemanjain lidahmu, tinggal buka hape aja
Nikmati banyak pilihan makanan, promo, dan fitur eksklusif di GoFood.
© 2024 Gojek | Gojek adalah merek milik PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia.
Gak perlu repot lagi buat ngemanjain lidahmu, tinggal buka hape aja
Nikmati banyak pilihan makanan, promo, dan fitur eksklusif di GoFood.
© 2024 Gojek | Gojek adalah merek milik PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Terdaftar pada Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Republik Indonesia.
Setuju tidak, kalau nasi padang adalah makanan selera sejuta umat? Terbukti dari keberadaan warung nasi padang di banyak daerah. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri, seperti Singapura, Inggris, dan Amerika Serikat.
Namun di balik kenikmatannya, nasi padang "dituduh" banyak orang sebagai pemicu kolesterol tinggi dan penyakit jantung. Alasannya, aneka unsur dalam nasi padang mengandung kalori dan lemak yang tinggi. Apakah benar demikian? Cek faktanya di sini.
Kenapa nasi padang bungkus porsi nasinya lebih banyak?
Selain kandungan kalori, pertanyaan lain yang kerap ditanyakan orang adalah kenapa nasi padang yang dibungkus biasanya memiliki porsi nasi lebih banyak daripada makan di tempat?
Dikutip dari Fimela, ada tiga teori terkait pertanyaan itu.
Teori pertama berkaitan dengan sejarah pada masa penjajahan Belanda. Saat itu, rumah makan Padang dianggap tempat makan elite sehingga banyak penduduk yang merasa enggan makan di tempat. Masyarakat biasa lebih suka membeli nasi padang dengan cara dibungkus dan dibawa pulang. Karena itu, para pemilik rumah makan padang sengaja memberi porsi lebih banyak bagi masyarakat umum yang membeli nasi padang bungkus agar bisa dinikmati satu keluarga, atau setidaknya dua orang.
Teori kedua terkait hitung-hitungan ekonomi. Pemilik restoran padang akan membebankan biaya cuci piring bagi pembeli yang makan di tempat. Sedangkan bagi pembeli yang membawa pulang, biaya cuci piring ini tidak diperhitungkan dan diganti dengan porsi nasi yang lebih banyak.
Sementara itu, teori ketiga lebih memikirkan unsur estetika. Katanya, nasi padang yang dibungkus harus diisi dengan porsi banyak agar terlihat lebih tegak dan menggugah selera. Jika bungkusan terlihat lebih tegak dan banyak, ini diharapkan makin banyak pembeli yang tertarik membeli nasi padang.
Dari ketiga teori tersebut, kamu percaya yang mana? Atau jangan-jangan kamu punya pendapat sendiri? Kalau iya, tulis di kolom komentar ya. Sebutkan juga menu nasi padang kesukaanmu. Kalau penulis sih, suka banget dendeng batokok dan gulai tunjang. Lamak bana!